Pesawaran –Riautama .Com
Proyek pengaspalan jalan di Desa Kresno Widodo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, meski menelan anggaran hingga miliaran rupiah, kondisi jalan tersebut kini sudah mengalami kerusakan parah, padahal baru berumur sekitar dua hingga tiga bulan setelah pengerjaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, permukaan jalan banyak yang retak, mengelupas, bahkan mulai hancur di sejumlah titik. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan serta membahayakan pengguna jalan.
Salah satu warga setempat, Sugiono, menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil proyek tersebut. Menurutnya, kualitas pengerjaan jalan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikabarkan mencapai miliaran rupiah.
“Jalan ini baru dua sampai tiga bulan, tapi sudah hancur dan retak-retak seperti ini. Katanya anggarannya miliaran, bahkan ada yang bilang sampai Rp10 miliar. Tapi kok hasilnya begini,” ujar Sugiono kepada wartawan.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan, serta mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut secara serius.
“Kami minta tolong kepada pemerintah, perbaiki lagi jalan ini dengan benar, jangan asal-asalan. Jangan sampai ada dugaan dana dikorupsi. Harapan saya, dan saya mewakili masyarakat di sini, jalan ini diperbaiki agar lebih baik dan nyaman untuk digunakan,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah, termasuk dinas terkait, segera melakukan pengecekan kualitas pekerjaan, transparansi anggaran, serta bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Mereka menilai, infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan keselamatan masyarakat sehari-hari.(Hlm)



Social Footer