RiauTama.com
Lampung Barat – Kebun Raya Liwa (KRL) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-8, tepat pada hari ini 5 Desember 2025, Kebun Raya Liwa (KRL) sudah memasuki tahun ke 8, dengan penuh antusias melalui kegiatan senam bersama yang digelar pada jumat pagi sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang dalam bidang konservasi, penelitian, dan edukasi lingkungan.
Acara berlangsung meriah dihariri Oleh Camat Balik Bukit “Juremiyudi, SH,M.M” dan jajaran, Hadir juga 3 orang kepala UPT Kebun Raya Liwa terdahulu dan diikuti oleh jajaran pegawai KRL, perwakilan Badan Riset dan novasi Daerah (BRIDA). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi UPT Kebun Raya Liwa yang berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Lampung Barat
Selama delapan tahun berdiri, Kebun Raya Liwa telah menjadi salah satu ikon penting Lampung Barat dalam bidang konservasi tumbuhan. Kebun Raya Liwa (KRL) memiliki fungsi strategis sebagai:
Pusat konservasi flora endemik dan lokal Sumatera, khususnya tumbuhan khas kawasan Bukit Barisan.
Sarana penelitian dan pengembangan ilmu botani bagi para akademisi, mahasiswa, hingga peneliti nasional.
Area edukasi lingkungan, tempat masyarakat dan pelajar mengenal pentingnya pelestarian alam.
Destinasi wisata alam yang memberikan pengalaman rekreasi hijau dan ramah keluarga.
Dengan luas areal yang terus dikembangkan, Kebun Raya Liwa berperan besar dalam mendukung agenda pemerintah daerah terkait riset, inovasi, serta konservasi keanekaragaman hayati.
Kepala UPT Kebun Raya Liwa, “Budiman”, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan KRL selama delapan tahun yang diisi dengan berbagai capaian penting.
“Hari ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi momentum bagi kami untuk terus memperkuat fungsi konservasi dan edukasi di Kebun Raya Liwa. Delapan tahun adalah bukti komitmen bahwa KRL hadir sebagai ruang belajar, ruang riset, dan ruang wisata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa UPT KRL akan terus meningkatkan pelayanan, memperkaya koleksi tanaman, dan memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi maupun lembaga penelitian.
Mewakili Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Lampung Barat, “nowo wibawono, S. Pd,.,M.Pd” turut memberikan apresiasi dalam momentum HUT KRL ke-8.
“Kebun Raya Liwa adalah laboratorium hidup milik Lampung Barat. Di sini kita tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga menciptakan ruang riset dan inovasi. Kami berkomitmen menjadikan KRL sebagai pusat penelitian yang semakin profesional dan berdaya saing,” jelasnya.
Menurutnya, BRIDA akan terus mendukung seluruh program dan pengembangan KRL, termasuk peningkatan infrastruktur, perluasan koleksi botani, dan penguatan edukasi publik.
Senam bersama yang digelar dalam rangka HUT ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen seluruh jajaran untuk menjaga semangat pelayanan. Selain senam, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan mengenai program kerja UPT KRL ke depan, termasuk penguatan
Program konservasi tumbuhan langka, Pengembangan fasilitas edukasi lingkungan, Kolaborasi penelitian multipihak, Promosi wisata edukasi yang ramah keluarga.
Kepala UPT KRL menegaskan bahwa usia delapan tahun bukan akhir, melainkan awal menuju penguatan peran sebagai pusat konservasi bertaraf nasional.
Dengan bertambahnya usia Kebun Raya Liwa, diharapkan KRL semakin berperan dalam mendukung visi Lampung Barat sebagai kabupaten yang peduli lingkungan, riset, dan inovasi.
KRL juga diharapkan terus menjadi kebanggaan daerah sekaligus destinasi edukasi dan konservasi yang mampu menarik wisatawan, peneliti, hingga generasi muda untuk lebih mencintai alam.
( Lusia)



Social Footer