Tanggamus - Riautama .Com
Program Pemerintah untuk mencapai kedaulatan pangan,harus didukung secara komprensif.
Air merupakan salah satu faktor yang sangat dibutuhkan dalam sektor pertanian ,oleh karna itu penyadiaan prasarana dan sarana pengairan yang baik menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka mencapai kedaulatan pangan.
Penyediaan air irigasi dari hulu sampai dengan hilir memerlukan irigasi yang mewadahi seperti halnya bendungan.
Bedahal yang terjadi dengan pembangunan proyek Bendungan irigasi yang berlokasi di Wai Luok Pekon(desa) gedung kecamatan cukuh balak kabupaten Tanggamus dengan nilai pagu anggaran sebesar RP 200.000.000 sumber dana dari APBD Kabupaten Tanggamus.
Helmi, selaku ketua lembaga pemantau aset dan keuangan Negara Republik Indonesia (LPAKN RI) PROJAMIN,ketika kroscek di lokasi pengerjaan, sangat menyayangkan,dengan tidak terpasangnya papan pagu informasi ,dan bahan matreal pasir di duga bercampur dengan tanah dan sangat lah tidak layak di gunakan untuk sekelas pengerjaan bendungan irigasi ,karna matreal tersebut bersentuhan langsung dengan air sehingga rentan untuk terkikis dan menimbulkan kerusakan,serta pengerjaan pondasi yang tidak di gali ,dan kawat bronjongnya diisi dengan menggunakan batu kecil kecil ,yang diduga tidak akan bertahan lama, tutur Helmi .
Permintaan Helmi, selaku ketua LPAKN RI PROJAMIN Tanggamus
Agar pihak terkait mengambil tindakan untuk memperbaiki kekurangan- kekurangan yang ada .
Melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini.
Mengambil tindakan tegas terhadap pihak -pihak yang bertanggung jawab atas kekurangan - kekurangan ini.
dan memastikan bahwa proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat ,tutup Helmi .(hl)



Social Footer