Pasaman —RIAUTAMA, COM.
06/01/2026
Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur, warga Nagari Muara Tais justru masih harus menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Hingga kini, belum ada jembatan penghubung antara Jorong Kampung Tongah dan Jorong Muara Tais, dua wilayah yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Kondisi ini memaksa warga, termasuk anak-anak sekolah, petani, dan lansia, untuk melintasi sungai yang memiliki bentang sekitar 30 meter. Saat musim hujan tiba dan debit air meningkat, risiko kecelakaan tak terelakkan dan aktivitas warga pun lumpuh.
Wali Nagari Muara Tais, Doni Saputra, menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antarjorong. Namun, keterbatasan anggaran nagari membuat pembangunan jembatan permanen tidak mungkin dilakukan secara mandiri.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi anggaran nagari jelas tidak cukup. Ini bukan sekadar soal pembangunan, tapi soal keselamatan dan hak dasar masyarakat. Kami berharap Pemkab Pasaman benar benar hadir," tegas Doni.
Selain jembatan, kondisi jalan di Nagari Muara Tais juga dinilai memprihatinkan. Jalan yang belum diaspal menyulitkan mobilitas warga dan menghambat distribusi hasil pertanian, yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Pemerintah Nagari Muara Tais berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman tidak lagi menunda dan segera memberikan perhatian nyata.
Infrastruktur dasar dinilai bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan keharusan mendesak agar masyarakat tidak terus hidup dalam keterisolasian.
(UL).



Social Footer