Riautama.com - Batam — Kondisi pelayanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Batam kini menjadi sorotan. Minimnya ketersediaan obat-obatan serta kekurangan tenaga medis dan petugas dinilai telah menghambat hak dasar para narapidana untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Sejumlah warga binaan mengeluhkan sulitnya akses untuk berobat ke klinik lapas. Mereka mengaku harus menghadapi berbagai alasan dan prosedur yang berbelit hanya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, bahkan untuk keluhan yang mendesak sekalipun.
“Kalau mau berobat tidak mudah. Harus menunggu lama, kadang ditunda dengan alasan petugas kurang atau kondisi tidak memungkinkan,” ungkap salah satu narapidana yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya soal akses, ketersediaan obat-obatan juga menjadi persoalan serius. Para napi menyebutkan bahwa stok obat di klinik lapas kerap kosong, sehingga penanganan penyakit tidak maksimal. Dalam beberapa kasus, pasien hanya diberikan obat seadanya yang tidak sesuai dengan kebutuhan medis.
Kondisi ini tentu memicu ketidakpuasan di kalangan warga binaan. Mereka membandingkan pelayanan kesehatan di lapas dengan fasilitas kesehatan pada umumnya yang dinilai lebih responsif dan lengkap dalam memenuhi kebutuhan pasien.
“Kami seperti tidak mendapatkan pelayanan yang layak. Obat sering tidak ada, pemeriksaan juga terbatas,” keluh napi lainnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi memburuknya kondisi kesehatan para narapidana, terlebih bagi mereka yang memiliki penyakit kronis atau membutuhkan penanganan rutin.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah petugas lapas juga disebut menjadi salah satu faktor utama. Minimnya personel membuat pengawasan dan pengawalan terhadap napi yang ingin berobat menjadi terhambat, sehingga pelayanan kesehatan tidak berjalan optimal.
Pengamat menilai bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Hak atas kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa hukuman.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di lapas, mulai dari penambahan tenaga medis, peningkatan jumlah petugas, hingga memastikan ketersediaan obat-obatan yang memadai.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan menjadi bom waktu yang dapat memicu persoalan kemanusiaan yang lebih besar di dalam lapas.



Social Footer