Pringsewu – Paguyuban Banteng Suro menggelar bakti sosial pengobatan alternatif terapi nonmedis di Pekon Wargomulyo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (17/05/2026).
Kegiatan terapi relaksasi tersebut dilakukan melalui serangkaian metode yang dirancang untuk membantu mengurangi ketegangan fisik maupun mental. Terapi ini bertujuan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik sehingga dapat membantu meredakan stres, kecemasan, insomnia, hingga nyeri yang dialami masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, terapi menggunakan beberapa teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang hadir. Kegiatan ini mengusung tema “Hidup Sehat adalah Investasi Terbaik untuk Masa Depan yang Lebih Baik.”
Selain Paguyuban Banteng Suro, kegiatan juga dihadiri organisasi PARIS, BABAR Keris, dan GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) yang turut memberikan sosialisasi sesuai visi dan misi masing-masing organisasi.
Paguyuban Banteng Suro merupakan wadah bagi para budayawan dan seniman di Kabupaten Pringsewu yang peduli terhadap pelestarian adat budaya Jawa, khususnya seni tari Kuda Lumping. Organisasi ini bertujuan mengenalkan sekaligus mengajarkan budaya tradisional kepada generasi penerus bangsa.
Paguyuban Banteng Suro hadir di tengah masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun agama. Selain melestarikan budaya, paguyuban ini juga berupaya menghilangkan pandangan negatif sebagian kalangan terhadap pertunjukan Kuda Lumping.
Tari Kuda Lumping merupakan kesenian tradisional Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit menunggangi kuda tiruan dari anyaman bambu. Kesenian yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, ini juga dikenal dengan sebutan Jaran Kepang atau Jathilan. Pertunjukan tersebut memadukan gerakan tari yang energik dengan iringan musik gamelan
Selain menggambarkan semangat keprajuritan, latihan perang, dan simbol perlawanan rakyat terhadap penjajah, pertunjukan Kuda Lumping juga kerap menampilkan atraksi ekstrem seperti kekebalan tubuh dan kondisi trance atau kesurupan.
(Wik)



Social Footer