
Riautama.com - Dumai, - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau, resmi memulai ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai langkah strategis memperkuat karakter dan kreativitas generasi muda. Sebanyak 122 peserta didik terbaik dari tujuh kecamatan berkompetisi untuk memperebutkan posisi perwakilan Dumai di tingkat provinsi.
Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, menegaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah dalam menyediakan ruang ekspresi yang sehat bagi anak-anak sedini mungkin.
"Pemerintah Kota Dumai berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan bakat anak. FLS3N bukan sekadar lomba, melainkan panggung bagi anak-anak kita untuk mengasah keberanian, kejujuran, dan kreativitas," ungkap Sugiyarto saat membuka kegiatan di Aula SMPN 2 Dumai, Selasa (12/5/2026).
Sugiyarto berharap, kompetisi ini menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. "Semoga dari ajang ini lahir talenta-talenta hebat yang tidak hanya membanggakan di tingkat kota, tapi juga hingga tingkat nasional, membawa nama harum Dumai," tambahnya.
Sejalan dengan rencana strategis daerah, FLS3N tahun ini tidak hanya fokus pada perlombaan, tetapi juga pada penguatan identitas lokal. Kepala Bidang SD Disdikbud Dumai, Okto Permadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN).
"Ajang ini merupakan bagian integral dari DBMTN. Kami berfokus pada peningkatan sumber daya manusia yang berbudaya, khususnya penguatan budaya Melayu sesuai dengan RENSTRA Kota Dumai Tahun 2025-2029," jelas Okto Permadi dalam laporannya.
Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan visi pusat untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing. "Tujuannya untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter dan berbudaya sesuai visi Kemendikdasmen dan memberikan ruang ekspresi bagi siswa di bidang seni dan sastra," lanjutnya.
Selain kemampuan teknis di bidang seni, panitia menekankan pentingnya nilai-nilai moral yang tumbuh melalui kompetisi. Sebanyak tujuh cabang lomba, mulai dari Tari Kreasi hingga Kriya, menjadi sarana untuk membentuk mentalitas juara yang sportif.
"Kami juga ingin menumbuhkan rasa percaya diri, empati, dan sportivitas menuju Indonesia Emas 2045. Dengan dibukanya secara resmi kegiatan ini, kami berharap para pemenang nantinya dapat mewakili Kota Dumai di tingkat Provinsi Riau dengan persiapan yang lebih matang," pungkas Okto.
Kompetisi yang berlangsung di dua lokasi berbeda ini turut dikawal oleh 64 guru pendamping serta dinilai oleh dewan juri profesional guna memastikan objektivitas hasil seleksi bagi talenta-talenta muda Bumi Sri Bunga Tanjung ( ADV )



Social Footer