Pringsewu —Riautama.Com  Satu unit rumah permanen milik seorang aparatur sipil negara (ASN) di RT 01 RW 01 Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, ludes terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.

Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.15 WIB. Rumah berukuran 23 x 11 meter itu diketahui milik Agung Setiawan (40), seorang pegawai negeri sipil.

Menurutnya, api pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Warga kemudian memberi tahu pemilik rumah mengenai adanya kobaran api.

Mendapat informasi tersebut, pemilik rumah langsung masuk untuk mengecek sumber api. Namun saat berada di dalam rumah, api sudah membesar dan membakar horden kamar bagian depan serta sebagian plafon rumah.

Korban bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Akan tetapi, kobaran api sulit dikendalikan karena di dalam rumah terdapat banyak material yang mudah terbakar.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas PLN juga turut membantu dengan memutus aliran listrik guna mencegah api semakin meluas.

Insiden kebakaran sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Sejumlah warga dan pengendara berhenti untuk menyaksikan proses pemadaman sehingga terjadi antrean kendaraan di ruas jalan sekitar rumah korban.

Beruntung, saat kejadian seluruh penghuni rumah sedang berada di luar sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Meski demikian, seluruh bangunan rumah beserta isinya hangus terbakar, termasuk sejumlah surat penting dan barang berharga milik korban.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta,” ujar Kapolsek.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek listrik saat proses pengisian daya telepon genggam di kamar tengah. Percikan api kemudian menyambar kain horden dan plafon rumah hingga memicu kebakaran besar.

(Wik)