Riautama.com - Batam - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kepri Gelar Pengukuhan Pengurus masa Bhakti Tahun 2026 -2031 yang di Laksanakan di Gedung Graha Pena Batam Center, Senin (25/05/26).
Kegiatan Pengukuhan Ini di Hadiri Langsung Oleh Ketua Umum Perpadi Ir. sutarto Alimoeso MM, Sekaligus Melantik Ketua DPD PERPADI dan Seluruh Pengurus - pengurus Terpilih.
Turut Hadir Dalam Pengukuhan tersebut Gubernur Kepri Diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan,Kapolda Diwakili Dirkrimsus Kombes Pol Silvester M.M Simamora, S.I.K.MH ,Kepala Balai Penerapan & Riset modernisasi Pertanian,Kodaeral IV Diwakili Kolonel Laut Akhmad Iqbal,Korem 033 Komandan Datasemen Polisi Militer Letkol CPM Dela Guslapa,Walikota Batam Diwakili Asisten 2 Pemko Batam Bid. Ekonomi & Pembangunan Suhar,Kepala Bp Batam Deputi Bid.Kebijakan Strategis & Perizinan Dr Sudirman Saad SH.MH ,Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus,Bea Cukai Batam Beserta Undangan.
Ketua Umum Perpadi Ir. sutarto Alimoeso MM mengatakan organisasi ini harus berperan aktif dalam rangka menjaga stabilisasi pangan khususnya beras di Kepri,tentunya perlu bersinergi dengan pemerintah daerah maupun dengan segala semua komponen masyarakat yang ada di sini maupun di luar Kepri.
Dalam penanganan beras kita harus Kolaborasi dan bersinergi, sehingga kualitas dan harganya terjaga dengan baik, continuitas juga terjaga dengan baik, karena pemerintah akan bertekad untuk swasembada, Agar kita tidak mengandalkan pasokan beras dari luar lagi.
Persaingan-persaingan di lapangan ini harus kita jaga, jangan sampai pemerintah juga ikut bersaing di dalam rangka pengadaan pada saat begini,caranya pemerintah berhenti dulu dan mengeluarkan cadangannya untuk mengisi kekurangan,"ucapnya.
Samsul SH Ketua DPD PERPADI juga menyampaikan Kita harus menjaga Stabilisasi pangan agar kualitas dan harga tetap terjaga,Karena pemerintah Indonesia saat ini sedang menggalakkan swasembada.
Berdasarkan kunjungan kami ke daerah-daerah penghasil gabah di Lampung dan Jawa Barat, kita temukan bahwa memang ada gabah itu naik,sehingga beras yang sampai ke sini kita stabilisasi, artinya harganya itu bisa diterima oleh masyarakat,"ucapnya.
khususnya di wilayah Kepulauan Riau tantangan yang kita hadapi larinya ke perubahan iklim,ketersediaan lahan sawah yang sangat terbatas,alih fungsi lahan pertanian dan keterbatasan teknologi yang menjadi hambatan.
Oleh karena itu menjaga dan mempertahankan pencapaian yang diperoleh dalam swasembada,potensi perekonomian dan ketahanan ini menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah tetapi juga seluruh elemen masyarakat,"lanjutnya.
Indonesia mampu menjaga ketahanan-tahanan nasional dalam kesempatan ini kami memohon untuk senantiasa dukungan dan bimbingan dari pemerintah provinsi dan daerah demi terlaksananya dan sukses program mari kita bersama-sama berkomitmen untuk mendukung sektor pertanian di masa depan bangsa yang lebih Mandiri dan sejahtera,"tutupnya.



Social Footer