Rokan Hulu riautama.com– Di tengah hamparan lahan jagung pipil hibrida Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, kehadiran Polri bukan sekadar pengawasan, tetapi menjadi bagian dari denyut kerja masyarakat dalam menjaga masa depan ketahanan pangan nasional.
Pada Jumat, 29/05/2026 sekitar pukul 09.25 WIB, personel Polsek Kunto Darussalam turun langsung ke lahan pertanian sebagai wujud implementasi program Polisi Cinta Petani. Kehadiran ini menegaskan pergeseran peran Polri yang tidak hanya bertumpu pada fungsi kamtibmas, tetapi juga aktif menguatkan sektor produktif masyarakat di tingkat desa.
Bhabinkamtibmas Polsek Kunto Darussalam, Bripka Ricardo Sibarani, bersama Bumdes Sri Rejeki dan perangkat desa, menyusuri area lahan untuk memastikan pertumbuhan jagung hibrida berjalan sesuai harapan sejak fase awal tanam.
Di lapangan, aktivitas berlangsung menyatu antara pendampingan dan kerja nyata. Personel bersama petani membersihkan gulma, meninjau kondisi tanah, serta melakukan pengukuran pertumbuhan tanaman secara langsung di setiap petak lahan. Tidak hanya mengawasi, tetapi juga terlibat dalam memastikan tanaman tumbuh optimal.
Dari hasil pemantauan, tanaman jagung hibrida menunjukkan perkembangan baik dan stabil. Tinggi tanaman tercatat berkisar 10–15 cm, dengan sekitar 80 persen tanaman telah tumbuh optimal dan merata di seluruh area lahan.
Kapolsek Kunto Darussalam, AKP Joko Frasanta, menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian merupakan implementasi nyata semangat Polisi Cinta Petani sebagai bentuk pengabdian Polri dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa.
“Melalui semangat Polisi Cinta Petani, Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian. Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk dukungan nyata agar petani semakin kuat, produktif, dan berdaya. Dari desa inilah ketahanan pangan nasional kita bangun secara berkelanjutan,” ujar AKP Joko Frasanta.
Ia menambahkan, pendekatan humanis dan kolaboratif akan terus diperkuat sebagai bagian dari transformasi Polri yang semakin dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap kebutuhan sosial ekonomi warga.
Kegiatan ini menegaskan satu hal: kehadiran Polri di tengah masyarakat kini tidak lagi sekadar menjaga, tetapi juga ikut menumbuhkan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.



Social Footer