The Print Apresiasi Kinerja MBG BGN, Petakan 500 Titik Potensial di Sumut
*JAKARTA, The Print* — Prabowonomics Institute atau The Print memberikan apresiasi atas kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Kepala BGN Dr. Ir. Dadan Hindayana. Ketua Prabowonomics Institute Yonge Sihombing menilai, percepatan pembangunan SPPG hingga ke pelosok merupakan wujud nyata keseriusan menjalankan Asta Cita dan gagasan Prabowonomics.
"Kinerja BGN di bawah Dr. Ir. Dadan Hindayana patut diapresiasi. Pembangunan dapur MBG berjalan masif. Ini bukti program andalan Presiden Prabowo dilaksanakan dengan serius dan terukur," kata Yonge melalui keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan informasi BGN per Januari 2026, target pembangunan dapur MBG atau SPPG meningkat drastis. BGN menargetkan membangun sekitar 28.000 SPPG di wilayah aglomerasi dan 8.617 SPPG di daerah terpencil pada 2026.
Khusus wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), BGN memastikan program MBG 2025 menyentuh daerah sulit akses melalui SPPG 3T modular. Berdasarkan survei BGN dan Kemendagri, tercatat 1.314 lokasi potensial, dengan 483 lokasi ditetapkan siap bangun: 264 titik oleh Kementerian PU dan 542 titik lainnya ditangani BGN/Mitra.
*Kajian The Print: 500 Titik Potensial Dapur MBG/SPPG Sumatera Utara 2026*
Berdasarkan pemetaan The Print terhadap data Dapodik Kemendikdasmen 2024/2025, SSGI 2024 Kemenkes, dan sebaran geografis, Sumatera Utara memiliki potensi pembangunan 500 unit dapur MBG/SPPG pada tahun 2026. Jumlah ini setara dengan 9,2% dari target nasional BGN.
Sumatera Utara termasuk enam provinsi dengan jumlah balita stunting terbesar nasional yakni 316.456 balita berdasarkan SSGI 2024.
*Rincian 6 Wilayah Prioritas Kawasan Danau Toba & Pesisir Barat: 187 Titik*
*1. Tapanuli Utara: 42 titik.* Kabupaten ini memiliki 58.742 siswa SD-SMA berdasarkan olahan data Dapodik Kemendikdasmen 2024/2025, dengan prevalensi stunting di atas rata-rata Sumut. Sebaran 15 kecamatan yang luas membuat Tarutung, Sipoholon, Siborongborong, dan Pangaribuan menjadi klaster prioritas.
*2. Humbang Hasundutan: 25 titik.* Total 31.205 siswa dengan angka stunting tertinggi di kawasan Danau Toba. Doloksanggul sebagai ibu kota butuh 4 dapur, Lintongnihuta 3 dapur, sedangkan kecamatan terjauh seperti Parlilitan dan Tarabintang memakai skema dapur khusus karena medan pegunungan.
*3. Kabupaten Toba: 24 titik.* Dari 29.884 siswa, konsentrasi ada di Balige 5 dapur, Laguboti 3 dapur, dan Porsea 3 dapur. Porsea dan Ajibata akan jadi hub distribusi logistik ke Samosir via kapal.
*4. Samosir: 18 titik.* Meski siswa hanya 18.650, tantangan geografis kepulauan membuat The Print merekomendasikan dapur skala kecil. Pangururan butuh 4 dapur, Palipi 3 dapur, Onanrunggu dan Simanindo masing-masing 3 dapur dengan distribusi perahu ke desa tepi danau.
*5. Tapanuli Tengah: 48 titik.* Tertinggi di 6 wilayah ini. Jumlah siswa 62.130 dengan sebaran dari Barus hingga Pandan. Kecamatan Pandan butuh 6 dapur, Sarudik 4 dapur, dan Sorkam 5 dapur.
*6. Kota Sibolga: 30 titik.* Karakteristik perkotaan dengan 24.910 siswa. Sebaran di 4 kecamatan relatif merata: Sibolga Utara 8 dapur, Sibolga Kota 7 dapur, Sibolga Selatan 8 dapur, dan Sibolga Sambas 7 dapur.
*313 Titik Lainnya di 27 Kabupaten/Kota Sumut*
Sisa 313 titik tersebar di wilayah padat seperti Medan 65 titik, Deli Serdang 55 titik, Serdang Bedagai 28 titik, Langkat 32 titik, dan Asahan 25 titik. Untuk wilayah kepulauan, Nias dialokasikan 22 titik, Nias Selatan 18 titik, Nias Utara 15 titik, Nias Barat 10 titik, dan Gunung Sitoli 12 titik dengan skema dapur khusus. Daerah perkebunan seperti Labuhanbatu 18 titik, Labuhanbatu Selatan 15 titik, dan Labuhanbatu Utara 15 titik. Sisanya tersebar di Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, hingga Tanjung Balai, Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Binjai, dan Padang Sidempuan.
*Skema Pelaksanaan dan Rekomendasi*
The Print merekomendasikan Tahap I 2026 membangun 95 titik di 6 wilayah prioritas untuk mengcover siswa, balita, dan ibu hamil. Dari 500 titik total Sumut, 200 titik diusulkan ditangani Kementerian PU karena butuh konstruksi di lahan aset Pemda, sedangkan 300 titik bisa dikerjakan BGN/Mitra dengan skema bangunan semi permanen atau sewa gedung.
Dengan 500 titik ini, Sumut bisa menjadi provinsi percontohan MBG di luar Jawa. Data koordinat, luas lahan, dan kebutuhan logistik 500 titik telah dipetakan The Print dan siap diserahkan kepada Kepala BGN, Menteri PU, dan Gubernur Sumut, Bupati/Walikota se-Sumatera Utara untuk percepatan eksekusi 2026.




Social Footer